Kamis, 20 Maret 2014

Silogisme



Pendahuluan

Berfikir adalah kodrat manusia  dan sekaligus rahmat yang diberikan olah Allah swt.  Sudah sepantasnya untuk dilatih berpikir dengan jelas, tajam dan terang rumusannya, hal itu juga supaya lebih tangkas dan kreatif . dengandemikian kita sebagai generasi penerus bangsa perlu belajar berpikir tertip , jelas , serta tajam. Hal yang sangat penting juga adalah belajar membuat deduksi yang berani dengan salah satu cara untuk melahirkannya adalah silogisme. Hal ini diperlukan karena mengajarkan kita untuk dapatmelihat konsekwensi dari sesuatu pendirian atau pernyataan yang apa bila di telaah lebih lanjut, sebenarnya pendirian atau pernyataan itu tadi self – destructive.
Mungkin hal itu bisa terjadi karena tidak mau menghargai kebenaran dari sesuatu tradisi atau tidak dapat menilai kegunaannya yang besar dari sesuatu yang berasal dari masa lampau, adajuga sebagian orang yang mengatakan atau menganggap percuma mempelajari seluk beluk silogisme . Tetapi mungkin juga anggapan itu didasarkan pada kenyataan bahwa biasanya dalam proses penulisan atau pemikiran hanya sedikit orang saja yang dapat mengungkapkan pikirannyadalam bentuk silogisme. Akan tetapi , proses pemikiran kita menurut kenyataanya mengikuti pola silogisme jauh lebih sering dari pada yang kita duga. Misalnya ucapan “ Saya tidak senangkepada pegawai itu karena ia biasa datang terlambat ke kantor “ Proses pemikiran tersebut haya bisa di uji dan di kaji apabila kita beberkan dalam bentuk silogisme karena bentuk silogismelahsetiap langkah dari proses tersebut menjadi terbuka .






  






 Pembahasan

silogisme adalah merupakan suatu proses penarikan kesimpulan secara deduktif. Dan silofisme itu di atur dalam dua proposisi (pernyataan) dan sebuah konklusi (kesimpulan). Kemudian silogisme mempunyai beberapa macam jenisnya, yaitu diantaranya sebagai berikut.

Jenis-jenis silogisme
1. silogisme katagorial
2. silogisme hipotetik
3. silogisme alternatif
4. entimen
5. silogisme disjungtif

Dari berbagai jenis silogisme diatas, memiliki arti yang berbeda, yang pertama yaitu :

1. Silogisme katagorial
Silogisme ini merupakan silogisme dimana semua proporsinya merupakan katagorial. Kemudian proporsisi yang mengandung silogisme disebut dengan premis yang kemudian dapat dibedakan menjadi premis mayor (premis yang termnya menjadi predikat), dan premis minor (premis yang termnya menjadi subjek).
Contoh :
- semua makhluk hidup pasti mati (premis mayor/premis umum)
- koala adalah hewan yang dilindungi (premis minor/premis khusus)
- koala pasti akan mati (konklusi/kesimpulan)

2. Silogisme hipotetik
Yang dimaksud dengan silogisme hipotetik itu adalah suatu argumen/pendapat yang premis mayornya berupa proposisi hipotetik, sedangkan premis minornya adalah proposisi katagorik.
Contoh :
- Apabila lapar saya makan roti (mayor)
- Sekarang lapar (minor)
- Saya lapar makan roti (konklusi)

3. Silogisme alternatif
Silogisme alternatif adalah silogisme yang terdiri atas premis mayor berupa proposisi alternatif. Proposisi alternatif itu bila premis minornya membenarkan salah satu alternatifnya.
Contoh :
- Dimas tinggal di bogor atau surabaya
- Dimas tinggal di surabaya
- Jadi, dimas tidak tinggal di bogor

4. Entimen
Silogisme ini jarang ditemukan dalam kehidupan sehari-hari. Baik dalam tulisan maupun lisan. Yang dikemukakan hanya premis minor dan kesimpulannya.
Contoh:
- Jodi berhak mendapatkan peringkat satu karena dia telah berusaha keras dalam belajar.
- Jodi telah berusaha keras dalam belajar, karena itu jodi layak mendapatkan peringkat   satu.
5. Silogisme disjungtif
Silogisme disjungtif merupakan silogisme yang premis mayornya merupakan disjungtif, sedangkan premis minornya bersifat kategorik yang mengakui atau mengingkari salah satu alternatif yang disebut oleh premis mayor.
Contoh :
- Devan masuk sekolah atau tidak. (premis 1)
- Ternyata devan tidak masuk sekolah. (premis 2)
- Ia tidak masuk sekolah. (konklusi).

Paragraf itu adalah merupakan susunan kata dari beberapa kalimat yang terjalin utuh, sehingga didalamnya mengandung gagasan utama. Kemudian paragraf itu di bedakan menjadi dua, yaitu paragraf deduktif dan paragraf deduktif. Paragraf dedukti dan induktif merupakan contoh paragraf yang dilihat dari letak gagasan utamannya, sedangkan yang dimaksud dengan Paragrafi nduktif adalah paragraf yang dimulai dengan menyebutkan peristiwa-peristiwa yang khusus, untuk menuju kepada kesimpulan umum, yang mencakupsemuaperistiwakhusus di atas.

Ciri-ciri Paragraf Induktif antara lain :
- Terlebih dahulu menyebutkan peristiwa-peristiwa khusus
- Kemudian, menarik kesimpulan berdasarkan peristiwa-peristiwa khusus
- Kesimpulan terdapat di akhir paragraph

Jenis Paragraf Induktif :
1. Generalisasi
2. Analogi
3. Klasifikasi
4. Perbandigan
5. Sebab akibat
Istilah induktif berarti bersifat induksi. Kata induksi yang berasal dari bahasa Latin: ducere, duxi, ductum berarti ‘membawake; mengantarkan’; inducere, induxi, inductum berarti ‘membawa ke; memasukkan kedalam’. Lebih lanjut istilah induksi di jelaskan sebagai metode pemikiran yang bertolak dari hal khusus untuk menentuka nhukum atau simpulan. Karena pernyataan khusus dapat berupa contoh-contoh, dan pernyataan umum itu berupa hukum atau simpulan, maka dapat dikatakan bahwa paragraph induktif itu dikembangkan dari contoh kehukum atau simpulan. Jadi pada intinya paragraf induktif itu kalimat utamanya terletak di akhir kalimat atau kesimpulan dari akhir ceritanya. Sedangkan paragraf deduktif itu kalimat utamanya terletak di awal paragraf.

Contoh paragraf deduktif :
Sampah menyebabkan terjadinya banjir. Di ibu kota jakarta sudah banyak terlihat sampah-sampah yang berserakan dimana-mana, di jalan-jalan, di kali, di dalam parit dan di sela-sela trotoar. Ha; tersebutbukanlah hal yang aneh lagi untuk diketahui, karena dengan banyaknya sampah dimana-mana, ketika musim penghujan datang bajir akan menyerang ibu kota jakarta. Dikarenakan tempat untuk jalannya air hujan terhalang oleh sampah. Itu sebabnya banjir akan selalu menyerang ibu kota jakarta apabila tidak di lakukan penanggulangan sampah.



Contoh kalimat induktif :
Merasakan lambung sakit itu sudah pasti sangat tersiksa bukan? Begaimana tidak, karena sistem pencernaan kita sedang tidak bersahabat dengan pemiliknya. Ingin menikmati hidangan yang kita inginkan pun sulit, karena sistem pencernaan yang sedang terganggu. Penyebabnya itu dikarenakan makan yang tidak teratur, seperti satu kali dalam sehari. Kemudian telat makan, atau makan-makanan yang tidak sehat sebelum perut kita terisi oleh nasi. Seperti minum soda sebelum makan nasi, meminum-minuman dingin seperti susu, teh yang berasal dari kulkas atau minuman yang didinginkan sebelum makan nasi, karena susu, soda, makan-makanan yang terlalu mengandung cabai, atau pedas, kemudian makanan yang mengandung cuka, serta asam yang tinggi, seperti jeruk atau minuman yang asam-asam. itu semua adalah hal yang dapat menimbulkan asam lambung naik dan menyebabkan lambung tersebut akan memberikan respon yang tidak baik bagi kesehatan kita.Tidak salah apabila penyakit maag menyerang bagi orang-orang yang tidak menjaga pola makan yang baik.

Contoh Soal Silogisme :
Tentukan kesimpulan dari premis 1dan 2
    Premis 1  : Budi adalah siswa kelas XI IPA 5
    Premis 2  : Siswa itu kelas XI IPS 5
    Jawab :
a.       Siswa itu adalah Budi
b.      Siswa itu kelas XI IPA5
c.       Siswa itu bukan Budi
d.      Budi kelas XI IPS 5
Tentukan Kesimpulan dari
Andika mempunyai sebuah sepeda motor scoopy, sepeda motor scoopy adalah produk  Honda
a.       Andika mempunyai sepeda motor Honda
b.      Andika tidak menggunakan produk Honda
c.       Andika mempunyai sepeda motor scoopy
d.      Andika tidak punya sepeda motor
Bacalah silogisme berikut!
Semua mahasiswa Indonesia adalah lulusan sekolah menengah atas. Franky adalah mahasiswa Indonesia
 Kesimpulan yang tepat dari kedua pernyataan tersebut adalah ...
a.     Frangky mahasiswa Indonesia, lulusan SMA.
b.     Frangky lulusan Sekolah Menengah Atas.
c.     Frangky sudah lulus dari SMA setahun yang lalu.
d.    Frangky mahasiswa Indonesia yang sudah lulus.


Bacalah paragraf berikut!
Seseorang yang dasar agamanya tidak kuat akan mudah tergoyahkan. Bila ada ajakan untuk berbuat maksiat, dia akan terpengaruh. Seperti halnya, orang yang mendirikan rumah di tepi pantai. Pondasinya tidak kuat dan dalam karena tanahnya berpasir. Bila ada badai, pondasi akan goyang dan bisa rumah itu runtuh.
Kalimat kesimpulan yang tepat sesuai isi paragraf di atas adalah ...
A. Jadi, orang yang dasar agamanya tidak kuat akan mudah terpengaruh dan sangat rawan.
B. Jadi, dasar agama seseorang yang tidak kuat seperti orang membuat rumah di tepi pantai yaitu mudah goyah.
C. Jadi, orang yang mendirikan rumah di tepi pantai sangat rawan karena sering dilanda badai dan topan.
D. Jadi, orang yang tidak beragama sama seperti membuat rumah di tepi pantai untuk tempat peristirahatan.
E. Jadi, orang yang mendirikan rumah di tepi pantai tidak beragama dan mudah tergoyahkan.

PL) : Setiap penduduk yang sudah berumur tujuh belastahun ke atas harus memiliki KTP
PK : Si Arman sudah berumur tujuh belas tahun ke atas
Simpulan : ....
Simpulan yang tepat untuk silogisme tersebut adalah

A. Si Arman harus memiliki KTP
B. Si Arman harus memiliki KTP karena sudah berumur dua puluh tahun.
C. Kareaa Si Arman sudah berumur dua puluh tahunharus memiliki KTP
D. Si Arman yang belum memiliki KTP
E. Penduduk yang belum memiliki KTP harus memilikinya.

Daftar pustaka :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar